Showing posts with label INSPIRASI. Show all posts

KISAH SEORANG WANITA : AKU MELAKUKAN KEBODOHAN YANG SAMA.

Cerita ini paling tidak menjadi pembelajaran, mungkin secara khusus untuk wanita. Kisah pengakuan yang menyentuh. Seorang wanita yang begitu mudah jatuh kepelukan lelaki dan beberapa kali merasa melakukan kebodohan yang sama. Mari belajar dari masa lalu. Cerita ini kuambil dari milis i-kan-untuk-revival@hub.xc.org

Sesuai dengan ijasah yang aku miliki, selesai kuliah dari IKIP aku mengajar di sebuah Sekolah Yayasan milik sebuah perusahaan. Dan beberapa bulan kemudian aku bertemu dengan seseorang yang satu profesi denganku, kami berpacaran kurang lebih selama dua tahunan, tapi keadaan memaksa kami harus berpisah, walau keputusan ini sangat tidak adil bagi kami berdua. 

Karena hutang budi dia terpaksa menikah dengan anak majikan dimana selama ini ayah nya menjadi sopir pribadi. Gadis itu begitu mencintainya, dan aku tidak punya pilihan selain melepaskan kekasihku menjadi milik orang lain. Inilah awal kehancuran hidupku yang PERTAMA ! Aku sangat mencintainya, telah ku berikan hatiku seutuhnya padanya, dia tidak hanya baik hati dan perhatian, yang lebih penting dia juga aktip dipelayanan tempat kami beribadah. 

Dengan hati yang masih porak-poranda, aku memberanikan diri menerima kehadiran seseorang didalam hidupku, dan inilah kehancuran hidupku yang ke DUA ! Setelah kami telah memesan baju pengantin, mencari-cari gedung resepsi, entah kenapa hubungan kami tiba-tiba menjadi hambar, tidak mungkin lagi diteruskan dan kami pun akhirnya berpisah. 

Cukup lama aku menutup hatiku,aku mengunci pintu hatiku begitu kuatnya, aku tidak punya keberanian untuk memulai hubungan yang baru. Walau ada beberapa orang yang mencoba memasuki hidupku tapi aku memperlakukan mereka hanya sebatas teman. Disaat aku terluka, hadir seorang pria yang tidak lagi sendiri menawarkan persahabatan padaku, yang selalu punya waktu mendengarkan keluhanku, yang selalu siap menghapus air mataku .. . . inilah awal kehancuran hidupku yang keTIGA ! 

Lelaki itu bernama Abin ! Awalnya, hubungan kami sebatas teman biasa, tapi lambat laun mulai timbul rasa simpatik dan di susul perasaan debar-debar saat aku menatap matanya, mulai timbul rasa kangen jika tidak mendengar suaranya dan aku mulai cemburu jika aku mengetahui dia berbicara dengan istrinya, walau hanya di telephone. Beberapa bulan setelah melewati beberapa proses, aku resmi menjadi kekasihnya, bersedia menjadi orang kedua dalam kehidupannya. 

Ini semua salahku, mengijinkan hatiku di selami oleh lelaki yang sudah menjadi milik orang lain dan telah memiliki dua orang anak. "Secepatnya aku akan menceraikan istriku ! Hubungan kami sudah hambar, rasanya tidak baik untuk dipertahankan", itu janji yang dia utarakan padaku satu setengah tahun yang lalu, dan ternyata hingga kini tidak terealisasi. Sepanjang satu tahun aku sangat menikmati hubungan kami, lambat laun aku bisa melupakan pengalaman masa laluku yang kelam, walau tak jarang aku mendengar omongan sinis atas hubungan kami yang tidak wajar. 

Hubunganku dengan Abin belum melangkah jauh, dia menghormatiku bahkan sikapnya jauh lebih baik dan perhatian dibanding laki-laki sebelumnya yang mengisi hidupku. Aku menyadari selagi aku masih bersamanya, sulit bagiku untuk membina hubungan dengan lelaki yang masih lajang. Belum lagi omongan miring yang mengatakan kalau aku pasti sudah lagi perawan ! ! Satu setengah tahun aku menanti Abin menceraikan istrinya, namun sampai kini tidak terbukti. 

Saat aku menagih janjinya, kapan kami akan menikah, tampa berprasaan dia berkata padaku, "aku tidak mungkin menceraikannya, kalau kami cerai bagaimana dengan anak-anak. Aku tidak mau berpisah dengan anak-anakku". Sambil menahan tangis, aku hanya diam mendenger penjelasannya, untuk saat ini aku belum mampu berpisah dengannya dan belum tentu aku bisa menemukan lelaki sebaik dia. Enam bulan setelah dia mengatakan bahwa tidak mungkin menceraikan istrinya, aku bertemu dengan seseorang yang menarik perhatianku. 

Dia berasal dari Sumatra ! Dari teman-teman aku tau namanya David, pembawaannya sangat berbeda dengan Abin, kalau Abin selalu lembut saat berbicara padaku, mampu membuat pipiku bersemu merah dengan pujian-pujiannya yang tidak norak, sementara David cendrung kasar tapi aku tau dia lelaki yang baik dan bertanggung jawab. 

Aku tidak mau terus menerus digantung oleh cinta Abin, maka aku putuskan membuka hatiku untuk David, tapi ternyata Abin tidak setuju kalau kami putus dan memberikan cintaku pada orang lain. Dia berubah menjadi kasar, tidak hanya memaki-makiku tapi juga memukulku. Dengan muka merah Abin menatapku dan berkata, "aku tidak rela kamu menjadi milik orang lain, aku memang tidak bisa menceraikan istriku tapi di agamaku diijinkan memiliki lebih dari satu orang istri. kalau kamu memang cinta padaku, kita bisa menikah bulan depan ! ! ". 

Aku memang mencintai Abin, tapi aku tidak mau menjadi istri kedua dan yang terpenting saat ini aku mulai menyukai David. Walau Abin mengancam akan membunuhku dan David kalau sampai menghianatinya, tapi aku tidak perduli, aku tetap membina hubungan dengan David. Suatu hari aku diajak keluar kota oleh David, banyak hal yang kami bincangkan soal hubungan kami kedepan, dan dari omongannya aku tau dia tidak main-main dengan hubungan kami. 

Karena kami tiba di kota kami sudah larut malam, dengan pertimbangan tidak enak dilihat teman-teman kosku dan tetanggan kalau aku diantar lelaki subuh, maka dia memintaku untuk tinggal dirumahnya dan besok pagi aku akan diantar pulang. Aku menerima sarannya dengan pertimbangan aku sangat yakin dia mencintaiku jadi tidak mungkin dia berniat merusakku, lagipula alasan dia memintaku menginap di rumahnya cukup masuk akal Aku tidur dikamarnya sementara dia diruang tamu. Tapi, baru beberapa jam aku membaringkan tubuhku, tiba-tiba 

David mendekapku begitu erat dan aku di PERKOSA ! ! inilah awal kehancuranku yang ke EMPAT ! ! Dia memperkosaku berkali-kali, aku terlalu lelah untuk melawan karena semakin aku meronta-ronta dia semakin kuat mendekapku, aku hanya bisa menangis dan menyesali kebodohanku. Di sela-sela tangis, aku bertanya kenapa dia tega memperkosaku. Pandangannya begitu sinis, tampa expresi dia menjawab pertanyaanku," kamu sudah tidak PERAWAN lagi kan ? kegadisanmu sudah direngut oleh Abin ! !. 

Beberapa hari yang lalu, Abin menemuiku, memintaku meninggalkanmu dan saat aku menolak permintaanku dia mentertawaiku". Kata Abin , "kamu sudah mendapat barang bekas, yang sudah aku pakai selama dua tahun ! kalau tidak percaya bisa kamu buktikan kebenarannya .. . .kamu ajak dia tidur ! ! " Aku pulang ke kosku sendirian, aku tidak ingin lelaki bejat itu mengantarku pulang ! Aku membencinya ! ! ! Setelah peristiwa malam itu, aku tidak ingin bertemu dengan siapapun juga dan yang lebih menyakitkan lagi Abin mentertawai apa yang aku alami, dia puas telah menghancurkan hidupku. 

Aku benci laki-laki ! ! ! aku menjadi tertutup dan kehilangan semangat untuk hidup. . . .. Aku larut dengan kesedihanku, tak terpikir olehku bahwa hasil perkosaan malam itu bisa membuatku hamil, dan memang benar ! Aku HAMIL ! Aku berharap David bahagia dengan khabar ini, tapi ternyata yang aku dapat hanya makian. Sambil tertawa sinis, dia berkata padaku,"kamu salah kalau datang padaku, apa bukti kalau aku ayah biologis dari bayi yang ada dikandunganmu ! ! sudah pergi sana, dasar pelacur !" 

Aku pikir suatu saat dia akan berubah dan menyadari kalau apa yang dia lakukan salah, tapi ternyata itu hanya harapan belaka. Saat aku mencoba mengunjunginya untuk kedua kalinya, ternyata dia sudah berhenti dari pekerjaannya dan kembali ke Medan. Pupuslah sudah harapanku, aku harus menanggung aib ini sendirian. Aku panik dan berusaha menggugurkan janin yang tidak berdoa ini dengan meminum jamu yang aku harap bisa menjatuhkan janin yang ada di rahimku. Suatu sore, saat mandi aku lihat ada gumpalan darah dilantai, aku senang sekali karena terlepas dari aib hamil diluar nikah. 

Tapi ternyata rahimku belum bersih, masih ada yang tersisa dan harus di bersihkan "kerok" oleh dokter. Keteledoranku sangat fatal dan aku baru menyadarinya saat aku ditemukan jatuh pingsan tepat didepan dokter praktek kandungan. Aku tau ini bukan kebetulan, tapi Tuhan masih sayang padaku. Ternyata sisa janin yang ada di rahimku telah membentuk jaringan, dan kalau tidak dibersihkan "kerok", jaringan itu akan membusuk dan bisa menyebabkan kematian bagiku. 

Belum selesai masalah yang aku tanggung, aku mendapat khabar yang lebih membuatku terpuruk, perusahaan tempatku bekerja bangkrut dan beberapa karyawan harus di PHK, salah satunya adalah aku. Aku kehilangan segala-galanya, aku tidak punya keberanian untuk kembali ke orang tuaku, aku tidak ingin orang tuaku kecewa apalagi papa sudah tua. 

Aku putuskan untuk bertahan dan mencari pekerjaan yang baru. Aku cukup lama menjadi pengangguran, aku mencoba memulai hidup yang baru, dan kesabaranku tidak sia-sia, aku akhirnya mendapatkan pekerjaan yang baru, walau gajinya lebih kecil dibanding tempatku dulu bekerja. Aku pindah kos dan bergabung dengan teman-teman yang tidak tau masa laluku, dan inilah awal kehancuranku yang ke LIMA ! 

Aku belum mampu melupakan kepahitan yang aku alami, diperkosa oleh kekasih sendiri, di hianati oleh orang yang aku cintai. Aku masih sering meratapi nasibku, bersungut-sungut dengan kesialan yang aku alami. Dalam situasi labil, aku bertemu dengan Darma, sama seperti lelaki sebelumnya dia sangat baik dan perhatian. Dan aku melakukan kebodohan yang sama, aku tidur dengannya dan aku HAMIL untuk kedua kalinya. Dia berjanji menikahiku tapi kami belum cukup dana untuk menikah, dan saat usia kandunganku sudah tujuh bulan kami pulang kampung menemui orang tuaku. 

Aku begitu bahagia, karena sebentar lagi akan punya keluarga, aku berjanji menjadi ibu dan istri yang baik. Tapi kembali hatiku tersayat-sayat, orang tua Darma tidak menyetujui pernikahan kami, dengan alasan aku bukan wanita yang pantas untuk anak lelakinya. Darma diminta meninggalkanku dan yang lebih menyakitkan lagi dia mengikuti permintaan orang tuanya. Dia meninggalkanku dan anak kami yang akan lahir kedunia satu bulan lagi.

Aku tak mampu lagi untuk menangis, aku tak mampu lagi untuk marah, aku tak mampu lagi untuk mengutuk orang-orang yang telah menghancurkan hidupku. Tidak ada gunanya menyalahkan orang lain menjadi penyebab kegagalanku, aku harus bangkit dari belengu rasa bersalah pada diri sendiri. Satu bulan kemudian, anakku lahir kedunia, dia begitu manis, lucu dan cantik . . . . Aku tidak ingin kesalahan yang ibunya lakukan menimpa anakku. 

Sudah cukup kesalahan yang aku lakukan selama ini, aku ingin memulai hidup yang baru dan membesarkan anakku. 

[Aku tidak mungkin bisa melupakan kejadian dimasa lalu, tapi aku belajar untuk melupakan dan memaafkan] 
written by Sari Tarigan
Monday, February 18, 2013
Posted by star5

CERITA SEDIH : JUAL KEPERAWANAN UNTUK MENGOBATI IBU SAKIT


Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima. Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.

Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.

Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe Wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.

Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:

� Maaf, nona � Apakah anda sedang menunggu seseorang? �

� Tidak! � Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.

� Lantas untuk apa anda duduk di sini?�

� Apakah tidak boleh? � Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam.

� Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami. �

� Maksud, bapak? �

� Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini �

� Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual �, Kata wanita itu dengan suara lambat.

� Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? �

Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada Barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.

� Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. �

� Saya ingin menjual diri saya, � Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu.

Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.

� Mari ikut saya, � Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.

Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu.

Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.

� Apakah anda serius? �

� Saya serius � Jawab wanita itu tegas.

� Berapa tarif yang anda minta? �

� Setinggi-tingginya. . �

� Mengapa? � Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.

� Saya masih perawan �

� Perawan? � Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat. Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini..Pikirnya

� Bagaimana saya tahu anda masih perawan? �

� Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan � �

� Kalau tidak terbukti? �

� Tidak usah bayar � �

� Baiklah � � Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan.

� Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. �

� Cobalah. �

� Berapa tarif yang diminta? �

� Setinggi-tingginya. �

� Berapa? �

� Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? �

� Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya. �

Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.

Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.

� Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana?�

� Tidak adakah yang lebih tinggi? �

� Ini termasuk yang tertinggi, � Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.

� Saya ingin yang lebih tinggi� �

� Baiklah. Tunggu disini � � Petugas satpam itu berlalu.

Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.

� Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana? �

� Tidak adakah yang lebih tinggi? �

� Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh � �

� Saya ingin tawaran tertinggi � � Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.

Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.

� Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya. Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit. Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli.� Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.

Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift. Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.

� Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? � Kata petugas satpam itu dengan sopan. Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu �

� Berapa? � Tanya pria itu kepada Wanita itu.
� Setinggi-tingginya � Jawab wanita itu dengan tegas.

� Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? � Kata pria itu kepada sang petugas satpam.

� Rp.. 6 juta, tuan �

� Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. �

Wanita itu terdiam. Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.

� Bagaimana? � tanya pria itu.

� Saya ingin lebih tinggi lagi � � Kata wanita itu.

Petugas satpam itu tersenyum kecut.

� Bawa pergi wanita ini. � Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras.

� Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? �

� Tentu! �

� Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu � �

� Saya minta yang lebih tinggi lagi � �

Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang. Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.

� Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. �

Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.

� Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah. Apakah itu tidak cukup? � Terdengar suara pria itu berbicara. Wajah pria itu nampak masam seketika.

� Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu. Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang? �

Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita. Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajah pria itu. Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu:

� Pak, apakah anda butuh wanita � ??? �

Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan
wajahnya.

� Ada wanita yang duduk disana, � Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi.Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini.

�Dia masih perawan.. �

Pria itu mendekati petugas satpam itu. Wajah mereka hanya berjarak setengah meter.

� Benarkah itu? �

� Benar, pak. �

� Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu � �

� Dengan senang hati. Tapi, pak �Wanita itu minta harga setinggi tingginya. �

� Saya tidak peduli � � Pria itu menjawab dengan tegas.

Pria itu menyalami hangat wanita itu.

� Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah �. � Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.

� Mari kita bicara di kamar saja. � Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu. Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.
Di dalam kamar �

� Beritahu berapa harga yang kamu minta? �

� Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit �

� Maksud kamu? �

� Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih �. �

� Hanya itu � �

� Ya �! �

Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanta ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.

� Siapa nama kamu? �

� Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar � � Kata wanita itu.

� Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. �

�Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! �

� Ada ! � Kata pria itu seketika.

� Sebutkan! �

� Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu. Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit. Dan sekarang pulanglah � � Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.

� Saya tidak mengerti � �

� Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya. Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih. Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta. Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya. Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar � �

� Dan, apakah bapak ikhlas�? �

� Apakah uang itu kurang? �

� Lebih dari cukup, pak � �

� Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? �

� Silahkan � �

� Mengapa kamu begitu beraninya � �

� Siapa bilang saya berani. Saya takut pak � Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal. Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu. Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh` � Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan � �

� Keyakinan apa? �

� Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga kehormatan kita � � Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar. Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:

� Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini ��

� Kesadaran� � .. . .

Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.

� Kamu sudah pulang, nak �

� Ya, bu � �

� Kemana saja kamu, nak � ??? �

� Menjual sesuatu, bu � �

� Apa yang kamu jual? � Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita muda itu hanya tersenyum �

Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi yang gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak bisa dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan �.

� Kini saatnya ibu untuk berobat � �

Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata:

� Tuhan telah membeli yang saya jual� �.

Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata kepada supir taksi:

� Antar kami kerumah sakit � �

Baca juga artikel ini :

Friday, February 15, 2013
Posted by star5

KISAH SEDIH PENARI TELANJANG BERUSIA 15 TAHUN

Tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh RA (15) kalau ia akan dipekerjakan sebagai penari bugil alias striptease di Kota Batam ini. Gadis remaja yang hanya mengenyam pendidikan formal hingga kelas III SMP ini, awalnya dijanjikan kerjaan sebagai waitres di sebuah kafe. Kenyataannya, ia harus meliuk-liuk di depan pria hidung belang sambil menanggalkan satu demi satu pakaian seksi yang dikenakannya.

Kemarin siang, ABG semampai bertinggi 165 senti itu masih dimintai keterangan oleh polisi Polsekta Lubukbaja. Sebagaimana pemberitaan POSMETRO sebelumnya, RA kabur setelah sempat dibooking untuk kelima kalinya.

Ditemui POSMETRO di ruang unit Reserse dan Kriminal Lubukbaja, RA terlihat tertidur sambil duduk di kursi. Mengenakan celana jins dipadu kaos merah model kemben, wajah RA terlihat polos dalam tidurnya. Sesaat kemudian, ia terbangun. �Aku lagi sakit,� katanya sambil melanjutkan kembali tidurnya.


Selang setengah jam kemudian, ia kembali terbangun dan beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Keluar dari kamar mandi, RA sudah mengganti bajunya dengan baju bermotif yang tak lagi memperlihatkan bagian dadanya.

Setelah merasa nyaman dengan pakaiannya itu, RA tak lagi canggung menceritakan nasibnya. �Dulu aku kerja di Jakarta,� katanya memulai cerita. RA menjelaskan, pekerjaan pertamanya tak ada hubungannya dengan dunia malam. Ia bekerja di bagian penjualan onderdil mobil.

Bekerja di usia muda, terpaksa dilakukan karena tuntutan biaya hidup keluarganya. Ia mengaku sebagai anak kedua dari tiga bersaudara. �Kalau aku tak kerja, adikku tak bisa sekolah,� katanya polos. Hingga akhirnya, ia memutuskan keluar dari sekolahnya saat ia masih duduk di kelas III SMP. Hal ini dilakukan karena ayahnya juga sudah meninggal dunia.

Tepat pada 21 Januari lalu, ia mendapatkan tawaran pekerjaan di Batam lewat seorang temannya. �Katanya kerjanya sebagai waitres,� kata RA. Namun setibanya di Batam, ia malah ditampung di sebuah mess penari striptease yang berada di Komplek Happy Garden, Batam.

RA mengaku ditampung orang bernama Hendro, seorang pria yang dulunya berprofesi sebagai penari. Di tangan pria itulah, dalam sehari, RA dusulap jadi seorang penari telanjang. �Cuma belajar sehari, besoknya langsung show,� kata RA lagi.

Di awal-awal penampilanya sebagai penari bugil, RA mengaku sangat canggung. �Aku tak bisa buka (bra) sendiri, jadi senior aku yang bukain,� ujar RA menceritakan pengalaman show pertamanya. Walau merasa canggung, RA berupaya untuk tetap tampil maksimal.

Sejak itu, saban malam, RA harus show di hall. �Sering juga tampil di VIP kalau ada permintaan,� katanya polos. Nah, setiap kali tampil di VIP itu, RA mengaku selalu terpaksa melakukan oral seks pada tamunya. �Mereka maksa, mau gimana lagi,� ujar RA.
Setiap kali show itu, tarifnya Rp400 ribu. Tapi, kata RA, ia hanya dapat bagian Rp150 ribu. Sisanya, ia setor pada Hendo, sang papi. Tidak hanya sekedar dipaksa main oral, tapi RA juga acap diajak kencan short time oleh tamunya. �Tamunya rata-rata dari Singapura, Malaysia. Ada juga dua orang bule,� katanya lagi.
Yang ia ingat, sudah dua kali ia diajak shorttime. �Paling aku dapatnya cuma tips dari tamu,� katanya lagi.
RA menambahkan, pernah dapat tips Rp1,5 juta, tapi uang itu ia serahkan semuanya pada sang papi. �Itulah bodohnya aku. Tadi aku pikir aku dapat bagian,� katanya. Selain diajak shorttime, Ra juga lima kali dibooking sebagai penari bugil.

Saat ini polisi sudah menangkap Hendro pada Senin (1/3) malam. Pria berkulit putih itu, kata Kapolsekta Lubukbaja AKP Didik Erfianto, akan dijerat pasal 83 jo 88 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. Tersangka Hendro dijerat dengan pasal yang berbunyi mengkomersialkan seks anak di bawah umur. Polisi juga sudah mengontak orangtua korban di Jakarta. �Korban akan dipulangkan pada orangtuanya,� kata Didik.(chi)

Diperawani Laki Orang

Sebelum ke Batam, RA sendiri mengaku memang sudah tak perawan lagi. �Kalau itu (keperawanan) aku ngelakuinnya sama cowok aku,� katanya. Saat itu, ia ingat masih duduk di kelas II SMP. Hanya saja, cowok yang dianggapnya sebagai pacar itu sudah berumur 24 tahun. �Katanya dia mau tanggung jawab, makanya aku mau,� RA menambahkan.

Namun setelah keperawanannya direnggut, cowok tersebut mulai menjauh. �Tahunya, dia sudah punya istri di Lampung,� tambah RA dengan nada sesal. Alhasil, RA pun pasrah. Di Jakarta, RA mengaku memang bandel. Tapi, katanya, ia belum pernah mengenal dunia malam dan obat-obatan.
�Pas coba nekan (ngineks) pertama kali, ya di Batam ini,� kata RA. Itu pun atas anjuran rekan mess seprofesinya. Tak ayal, saat show, usai menelan pil setan itu, RA langsung linglung.
[posmetrobatam.com]
Monday, December 31, 2012
Posted by star5

- Copyright © Tribun Dewasa -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -